Category: Penyakit

7 Persiapan yang Perlu Dilakukan Sebelum Vaksinasi Covid-19

daftar lokasi sentra vaksinasi covid-19

Vaksinasi Covid-19 semakin gencar dilakukan di seluruh negara di dunia termasuk Indonesia setelah berhasil dikembangkan dan diproduksi.

Seperti halnya vaksin-vaksin penyakit lain, vaksinasi ini tentu saja bertujuan mencegah infeksi Covid-19 semakin parah sehingga tidak menyebabkan banyak lagi jumlah kematian akibat virus tersebut.

Hal ini karena Covid-19 termasuk salah satu penyakit yang belum bisa diobati sehingga vaksinasi adalah salah satu cara untuk mencegah penyakit berkembang lebih besar selain tentunya tetap menerapkan protokol kesehatan 5M.

Vaksinasi juga akan menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity karena semakin banyak orang yang divaksin, semakin banyak juga mereka dapat melindungi diri dan orang-orang sekitarnya. Karena itulah, vaksinasi sangat penting.

Ketika Anda hendak melakukan vaksinasi tentunya Anda juga harus melakukan banyak persiapan supaya penyuntikan vaksin yang Anda jalani menjadi lancar dan aman, dan tidak berakibat buruk pada diri Anda.

Lalu persiapan apa saja yang diperlukan? Simak penjelasan di bawah ini yang dirangkum dari berbagai sumber.

  1. Ketahui Merek Vaksin yang Akan Disuntikkan

Penting bagi Anda untuk mengetahui terlebih dahulu merek vaksin yang akan disuntikkan ke dalam tubuh.

Sejauh ini sudah banyak merek vaksin yang digunakan dalam penyuntikan. Di Indonesia sendiri menggunakan Sinovac dan AstraZeneca.

Kedua merek vaksin ini tentu saja berbeda dari segi efikasi dan efek samping yang ditimbulkan. Sinovac sendiri diketahui mempunyai efikasi sebesar 65,3% di Indonesia dan AstraZeneca sebesar 62,10%.

Sedangkan untuk efek samping keduanya hampir sama namun dalam beberapa kasus Sinovac mempunyai efek samping lain seperti kelelahan, diare, dan lemah otot.

Untuk AstraZeneca efek samping lainnya berupa peradangan di sekitar sumsum tulang belakang, anemia hemolitik, dan demam tinggi.

Dengan mengetahui merek vaksin yang akan disuntikkan, Anda setidaknya tidak perlu terkejut lagi terhadap efek pasca vaksinasi yang akan ditimbulkan.

  1. Konsumsi Obat Pereda Nyeri

Vaksinasi Covid-19 yang dilakukan melalui penyuntikan tentu akan menimbulkan rasa nyeri di lengan. Hal ini sudah pasti tidak Anda inginkan.

Karena itu, cara terbaik untuk meredakan nyeri saat vaksinasi, Anda disarankan untuk mengonsumsi obat pereda nyeri non-steroid seperti ibuprofen, naproxen, dan aspirin.

Meski begitu, Anda tidak boleh sembarangan mengonsumsinya karena diketahui beberapa obat tersebut bisa menimbulkan efek samping yang cukup parah. Karena itu, para ahli menyarankan supaya mereka dikonsumsi sebaiknya 2 jam sebelum dan sesudah vaksinasi.

  1. Tidak Mengonsumsi Alkohol

Persiapan lainnya sebelum Anda melakukan vaksinasi virus Corona adalah sebaiknya tidak mengonsumsi alkohol sama sekali.

Seperti dikutip dari WebMD, Blanka Kaplan, imunolog pada Northwell Health, New York, menyatakan bahwa alkohol malah akan menimbulkan alergi yang tentu saja akan memengaruhi jalannya cairan vaksin yang disuntikkan ke dalam tubuh.

Karena itu, sebaiknya hindari minum alkohol 24 jam sebelum dan sesudah melakukan vaksinasi.

  1. Jangan Berolahraga Terlalu Berat

Menjaga badan tetap sehat dan prima sebelum vaksinasi merupakan sebuah keharusan supaya vaksinasi Corona yang Anda lakukan lancar dan tidak terkendala.

Namun, sebaiknya Anda disarankan untuk tidak berolahraga terlalu berat karena hal tersebut ternyata dapat menimbulkan reaksi alergi.

Hindarilah berolahraga terlalu berat 2 jam sebelum dan sesudah vaksinasi. Selain berolahraga berat, sebaiknya Anda jangan mandi air panas terlebih dahulu karena akan menimbulkan reaksi yang sama.

  1. Jangan Melakukan Vaksinasi Lain dalam Waktu yang Sama

Anda juga disarankan untuk tidak melakukan vaksinasi lain dalam waktu yang bersamaan sebab hal tersebut ternyata malah dapat mengganggu efektivitas cairan vaksin yang disuntikkan untuk membentuk kekebalan tubuh.

Karena itu selama dalam rentang waktu pemberian vaksin Covid-19, Anda tidak disarankan sama sekali melakukan vaksinasi lain selama 14 hari untuk dosis pertama, dan ketika setelah penyuntikkan dosis kedua, Anda harus juga menunggu selama 14 hari untuk bisa vaksinasi lain.

  1. Atur Jadwal Vaksinasi dengan Tepat

Mengatur jadwal vaksinasi dengan tepat juga merupakan salah satu persiapan yang perlu Anda lakukan mengingat vaksinasi dilakukan dengan jam dan kuota yang terbatas.

Untuk itu, aturlah waktu vaksinasi dengan melihat kondisi tubuh, jadwal harian Anda, serta tempat vaksinasi terdekat dari tempat tinggal sehingga vaksinasi dapat berjalan lancar.

  1. Istirahat yang cukup

Hal terakhir yang perlu Anda lakukan supaya vaksinasi Covid-19 berjalan aman, lancar, serta sesuai harapan adalah istirahatlah yang cukup.

Istirahat yang cukup sebelum vaksinasi akan membuat kekebalan tubuh Anda meningkat sehingga akan sangat membantu dalam proses pembentukan antibodi.

Selain istirahat yang cukup adalah konsumsi makanan dan minuman bergizi secara teratur, dan pastikan tubuh tetap terhidrasi dengan cukup.

Itulah beberapa persiapan yang perlu Anda lakukan sebelum melakukan vaksinasi virus Covid-19 sehingga proses penyuntikan dapat berjalan lancar dan aman.

Penyebab Benjolan di Paha yang Terasa Sakit

Penyebab Benjolan di Paha yang Terasa Sakit

Benjolan di paha merupakan suatu kondisi di mana ada tonjolan, benjolan, nodul, memar, tumor, atau daerah bengkak di daerah paha. Kondisi ini dapat disebabkan oleh sejumlah kondisi, seperti infeksi, peradangan, tumor, dan trauma. Tergantung pada penyebabnya, mungkin tunggal atau ganda, lunak atau keras, nyeri atau tidak nyeri. Benjolan tersebut bisa tumbuh dengan cepat atau mungkin tidak berubah dalam ukuran. Anda yang mengalami benjolan di paha mungkin juga memiliki gejala lain, tergantung pada penyebab atau pemicunya.

Penyebab Benjolan di Paha Terasa Sakit

Ada banyak faktor potensial yang dapat menjadi penyebab timbulnya benjolan di sekitar area paha yang terasa menyakitkan. Biasanya, hal ini disebabkan oleh kondisi kulit tertentu. 

Berikut beberapa penyebab timbulnya benjolan di paha yang menimbulkan rasa sakit.


1. Infeksi

Ada banyak bagian kulit yang rentan terkena infeksi, sehingga dapat menyebabkan benjolan di paha yang menyakitkan, seperti berikut ini.


Folikel Rambut yang Terinfeksi

Folikel merupakan area di mana setiap helai rambut tumbuh dari kulit. Ketika folikel ini terinfeksi, yang pada umumnya disebabkan karena bakteri atau jamur, maka akan menimbulkan folikulitis yang ditandai dengan area kulit tersebut menjadi merah, nyeri, dan bengkak.


Selulitis

Selulitis adalah kondisi di mana luka terbuka pada kulit menjadi terinfeksi karena ada paparan zat iritan.


Abses

Infeksi pada kulit pada akhirnya bisa berubah menjadi abses yang merupakan kantong nanah.


Pembesaran Kelenjar Getah Bening

Kelenjar getah bening adalah kelenjar kecil tempat sel-sel yang bekerja melawan infeksi hidup. Jika terjadi infeksi, maka akan menimbulkan reaksi yaitu kelenjar getah bening membesar dan timbul sebagai benjolan di paha. 

2. Trauma

Benjolan di paha yang terasa nyeri juga dapat disebabkan oleh trauma. Jika Anda pernah menabrak sesuatu, digigit serangga, atau bersentuhan dengan benda tajam, kondisi ini bisa jadi merupakan reaksi tubuh Anda terhadap trauma tersebut.


3. Pertumbuhan Sel yang Tidak Normal

Tubuh manusia terdiri dari banyak sel yang terus tumbuh dan membelah. Biasanya, tubuh bisa memastikan sel-sel tumbuh secara normal. Akan tetapi, kadang-kadang tubuh juga mungkin mengalami pertumbuhan abnormal. Benjolan di paha dapat disebabkan oleh jenis pertumbuhan sel abnormal seperti berikut ini:

  • Pertumbuhan sel lemak yang tidak normal.
  • Pertumbuhan tidak normal pada sel tulang, tulang rawan, otot atau tendon.
  • Pertumbuhan sel kulit dan folikel rambut yang tidak normal.

4. Lipoma

Lipoma sering disebut sebagai tumor lemak, tetapi bukan merupakan kanker. Lipoma adalah pertumbuhan lemak yang terjadi di antara lapisan otot dan kulit di atasnya. Penyebab pastinya tidak diketahui. Kondisi lipoma ini paling sering muncul setelah usia 40 tahun.


5. Dermatofibroma

Dermatofibroma adalah pertumbuhan kulit yang biasanya muncul di kaki bagian bawah, tetapi dapat muncul di bagian tubuh mana pun. Dermatofibroma bukan merupakan kanker, dan sering terjadi pada orang dewasa, dan jarang ditemukan pada anak-anak. 

6. Abses kulit

Abses kulit adalah kantung besar berisi nanah yang terbentuk tepat di bawah kulit. Abses bisa disebabkan oleh bakteri yang masuk ke bawah kulit, biasanya melalui luka kecil atau goresan, dan mulai berkembang biak. Tubuh melawan invasi bakteri tersebut dengan sel darah putih, yang membunuh beberapa jaringan yang terinfeksi tetapi membentuk nanah di dalam rongga yang tersisa.

7. Kista kulit

Kista adalah suatu benjolan kecil, pada umumnya berisi cairan, udara, lemak, atau bahan lain, yang mulai tumbuh di suatu tempat di tubuh tanpa alasan yang jelas. Sedangkan kista kulit adalah kista yang terbentuk tepat berada di bawah kulit.

Kista kulit diyakini terbentuk di sekitar sel keratin yang terperangkap, yaitu sel yang membentuk lapisan luar kulit yang relatif keras. Kista ini tidak menular. Siapa pun bisa mengalami kista kulit, tetapi paling sering terjadi pada mereka yang berusia di atas 18 tahun, memiliki jerawat, atau kulitnya terluka.

Rasa sakit yang Anda rasakan bergantung pada penyebabnya. Benjolan di paha yang disebabkan oleh infeksi mungkin menyakitkan karena respons kekebalan tubuh bereaksi terhadap infeksi, dan Anda merasa sakit karena tubuh memperingatkan Anda bahwa ada sesuatu yang salah. Jika tidak segera sembuh, Anda harus mencari pengobatan dengan berkonsultasi kepada dokter, agar segera diberi penanganan yang cepat dan tepat.