Tag: gangguan pernapasan

Kenali Dengan Tepat Faktor, Gejala dan Diagnosis Empiema

Kenali dengan Tepat Faktor, Gejala dan Diagnosis Empiema

Pandemi Covid-19 meningkatkan kesadaran kita akan kesehatan. Salah satunya adalah kesehatan paru-paru. Selain Covid-19 penyakit lain yang cukup membahayakan apabila tidak segera diatasi adalah empiema. Penyakit ini disebabkan karena adanya penumpukan cairan atau nanah di ruang pleura (ruang antara paru-paru dan permukaan bagian dalam dinding dada). Infeksi yang terjadi pada ruang pleura ini merupakan lanjutan dari pneumonia.  

Sejatinya, memang terdapat cairan pada ruang pleura yang berfungsi sebagai pelumas untuk membantu kelancaran pergerakan paru-paru ketika bernapas untuk mencegah adanya friksi. Jika cairan berada dalam jumlah yang tidak normal maka akan menimbulkan bahaya yang mengancam kesehatan. Untuk itu, perlu diketahui bagaimana gejala, penyebab, serta cara yang benar mendiagnosis empiema agar dapat segera ditangani dan dicegah.

Penyebab empiema

Empiema terjadi karena adanya bakteri dan biasanya terjadi jika kamu pernah terjangkit pneumonia. Penyakit ini mungkin juga dapat muncul setelah melalui operasi rongga dada yang disebabkan oleh instrumen medis yang terinfeksi bakteri. Banyaknya volume cairan yang memenuhi rongga pleura dan terinfeksi bakteri akan menyebabkan pneumonia. 

Jika cairan itu terus mengental maka akan menyebabkan lapisan paru-paru dan rongga dada saling menempel dan membentuk kantong. Hal ini dapat menyebabkan paru-paru tidak dapat mengembang sepenuhnya, sehingga berdampak pada kesulitan bernapas.

Faktor yang mempengaruhi risiko terjangkit empiema

Empiema dapat menjangkit baik anak-anak maupun orang dewasa, namun menurut sebuah penelitian, jarang ada anak-anak yang terjangkit pneumonia, bahkan persentase kurang dari 1 persen. Meski begitu, ada beberapa kondisi yang dapat mempengaruhi risiko lebih besar untuk terjangkit empiema setelah pneumonia, antara lain: 

  • Memiliki penyakit bronkiektasis, suatu kondisi di mana saluran bronkial paru-paru Anda rusak secara permanen, melebar, dan menebal.
  • Terdiagnosis penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)
  • Memiliki penyakit artritis reumatoid
  • Memiliki kecanduan pada alkohol atau gangguan penggunaan alkohol 
  • Memiliki penyakit diabetes
  • Sistem kekebalan yang melemah
  • Pernah menjalani operasi atau trauma, serta 
  • Adanya abses paru-paru

Dua gejala empiema

Empiema bisa saja memiliki gejala yang sederhana namun juga bisa bersifat kompleks. Berikut penjelasan dua gejala gangguan pernapasan ini.

Empiema sederhana

Empiema sederhana terjadi pada tahap awal penyakit. Cirinya adalah nanah yang terdapat di ruang pleura mengalir bebas. Gejala empiema sederhana meliputi:

  • sesak napas
  • batuk kering
  • demam
  • berkeringat
  • nyeri dada saat bernafas yang dapat digambarkan sebagai menusuk
  • sakit kepala
  • kebingungan
  • kehilangan selera makan

Empiema kompleks

Empiema kompleks terjadi pada tahap akhir penyakit dengan peradangan lebih parah. Alhasil jaringan parut dapat terbentuk dan membagi rongga dada menjadi rongga-rongga yang lebih kecil. kondisi ini disebut dengan lokulasi dan bila sudah terjadi maka akan lebih sulit diobati. Gejala pada empiema kompleks meliputi:

  • sulit bernafas
  • suara nafas menurun
  • penurunan berat badan
  • sakit dada

Mendiagnosis empiema

Jika Anda merasa gejala-gejala tersebut di atas jangan serta merta mendiagnosis diri Anda memiliki penyakit tersebut. Berkonsultasilah kepada dokter pribadi Anda atau kepada dokter ahli melalui berbagai platform yang kini banyak tersedia. 

Jika dirasa perlu, sebaiknya langsung datang ke rumah sakit. Nantinya pihak rumah sakit atau dokter akan memeriksa berdasarkan pengungkapan gejala, riwayat medis yang lengkap serta pemeriksaan fisik. Tes atau prosedur yang biasa dilakukan untuk memastikan diagnosis, adalah:

  • Rontgen dada dan CT scan untuk menunjukkan apakah ada cairan di rongga pleura
  • Thoracic Ultrasound (TUS) untuk menunjukkan jumlah cairan dan lokasi tepatnya.
  • Tes darah untuk membantu memeriksa jumlah sel darah putih Anda, mencari protein C-reaktif, dan mengidentifikasi bakteri yang menyebabkan infeksi. Jumlah sel darah putih dapat meningkat ketika Anda memiliki infeksi.
  • Thoracentesis, yaitu pengambilan sampel cairan yang kemudian dianalisis di bawah mikroskop untuk mencari bakteri, protein, dan sel lainnya.

Empiema bisa dicegah dengan menerapkan pola hidup yang sehat serta menjaga diri untuk tidak sampai terjangkit pneumonia. Jika Anda sudah terjangkit pneumonia, sebaiknya jalani pengobatan secara rutin sesuai dengan anjuran dokter. Penyakit ini dapat terjadi karena pengobatan pneumonia yang tidak teratur. 

Karena kesehatan tubuh terlebih organ paru-paru sangatlah penting, maka jagalah tubuh dengan sebaik-baiknya. Jika Anda merasa gejala penyakit ini ada pada Anda dan ingin mengetahui lebih lanjut tentang empiema, Anda bisa berkonsultasi dengan dokter melalui aplikasi kesehatan keluarga SehatQ. Download aplikasi SehatQ sekarang juga di App Store dan Google Play.