Tag: perawatan kulit

Sabun Giv Batangan Vs Cair, Mana yang Terbaik?

sabun giv

Di pasaran kamu akan menemukan 2 jenis sabun Giv, yakni sabun batangan dan sabun cair. Keduanya memang sama bagusnya dalam membersihkan tubuh.

Tapi, di antara keduanya kira-kira jenis mana ya yang memberikan manfaat lebih banyak untuk kesehatan kulit kita?

Mari simak pembahasan terkait perbandingan antara sabun cair dan sabun batangan selengkapnya di bawah ini!

Sabun batang Giv

Jenis ini memang sudah lebih dulu muncul dan populer di masyarakat. Harganya murah, mudah ditemukan, dan variannya kini juga banyak.

Sabun batang bekerja dengan cara melarutkan kotoran yang ada pada permukaan kulit. Saat keringat dan kotoran bercampur dengan minyak alami tubuh, itu bisa menempel di kulit dan membiakkan bakteri.

Sabun batang akan memecah lapisan berminyak ini lalu mengangkat patogen dari kulit. Mari kita simak kelebihan dan kekurangannya!

Kelebihan sabun batang

  • Ramah lingkungan

Sabun batang memiliki formula tanpa air, jadi kamu mungkin akan menghemat air. Selain itu kemasan sabun batang juga lebih sederhana menjadikannya pilihan yang lebih ramah lingkungan

  • Bahan lebih murni dan minimal

Sabun batangan biasanya memiliki formulasi sederhana dan hanya mengandung bahan-bahan aktif yang kulit butuhkan. Selain itu, karena tidak mengandung air, maka tidak perlu pengawet kimia yang berfungsi untuk menghentikan bakteri berkembang biak

  • Mudah penggunaannya

Sabun batang lebih mudah digunakan tanpa perlu loofahs, washcloths, sponges, dan sejenisnya. Selain itu biasanya sabun batang juga lebih mudah dibilas

Kekurangan sabun batang

  • Jadi tempat bakteri berkembang biak

Apabila disimpan dengan cara yang salah, sabun batang bisa menjadi tempat bakteri tumbuh dan berkembang biak. Untuk mencegahnya, simpan sabun di tempat yang kering

  • Membuat kulit kering

Sabun batang terutama yang mengandung sodium lauryl sulfate dapat menghilangkan minyak alami tubuh sebabkan kulit kering

Sabun cair

Sabun cair membersihkan kulit dengan cara kerja yang sama seperti sabun batangan. Namun, biasanya sabun cair dilengkapi dengan kandungan lain yang dapat menutrisi kulit.

Masalah kulit kering, pori tersumbat, dan kulit mengelupas bisa diminimalisir dengan penggunaan sabun cair. Berikut beberapa kelebihan dan kekurangan sabun cair:

Kelebihan sabun cair

  • Melembapkan kulit

Sabun cair Giv dilengkapi dengan kandungan yang dapat mengembalikan kelembapan kulit yang hilang setelah proses pembersihan

  • Lebih higienis

Pengemasan dan penempatan sabun cair yang terlindungi di dalam wadah dinilai lebih higienis ketimbag sabun batang

  • Cocok untuk kulit sensitif

Sabun cair juga biasanya memiliki kandungan yang lebih ramah dengan kulit sensitif. 

Kekurangan sabun cair

  • Ada kandungan yang berisiko

Sabun dengan formulasi cair biasanya membutuhkan kandungan yang mampu mencegah pertumbuhan bakteri di air. Nah terkadang kandungan inilah yang justru bisa sedikit tricky

Jadi mana yang lebih baik?

Tidak ada yang lebih baik antara sabun Giv berupa batangan maupun yang cair. Karena setiap jenis memiliki keunggulan dan fungsinya masing-masing.

Dan inilah yang sebenarnya bisa kamu manfaatkan sesuai dengan kebutuhan dan jenis kulit. Jika masih bingung harus pakai sabun jenis apa, berikut beberapa pertimbangannya:

  • Untuk kamu pemilik kulit kering

Jika kamu punya kulit kering maka akan lebih bagus menggunakan sabun cair karena kandungannya yang lebih melembapkan

  • Jika kamu punya penyakit kulit

Apabila kamu punya masalah seperti rosacea, psoriasis, atau jerawat tubuh, sabun cair jadi pilihan yang lebih baik. Konsultasikan dengan dokter untuk tau merk apa yang bagus

  • Untuk kebutuhan eksfoliasi

Kulit tubuh juga perlu eksfoliasi untuk mengangkat kulit mati, kamu bisa pilih sabun batang dengan kandungan eksfoliator. Bisa juga memakai sabun cair menggunakan loofah, handuk scrub, dan sejenisnya.

Nah itu dia sedikit perbandingan antara sabun Giv batangan dan juga sabun Giv cair. Kalau kamu lebih suka pakai jenis yang mana?

Cara Memilih Cleansing Oil Terbaik untuk Membersihkan Wajah

cleansing oil terbaik

Ada banyak produk perawatan wajah yang bisa digunakan untuk membersihkan wajah, salah satunya adalah cleansing oil. Saat Anda akan membersihkan wajah dengan pembersih berbasis minyak, Anda harus tahu cara yang tepat dalam memilih cleansing oil terbaik.

Setiap orang memiliki jenis kulit yang berbeda-beda. Oleh sebab itu, penggunaan cleansing oil pun juga harus disesuaikan dengan jenis kulit Anda. Hal ini penting guna menghindari efek samping negatif yang tidak diinginkan pada wajah.

Bijak memilih cleansing oil terbaik

Apabila Anda ingin mendapatkan hasil yang maksimal, maka pastikan Anda memilih produk cleansing oil yang sesuai dengan kondisi kulit Anda. Berikut ini cara memilih cleansing oil berdasarkan jenis kulit: 

  • Pemilik kulit kering

Kulit yang kering mudah mengalami iritasi dan kondisi medis lainnya. Saat Anda memiliki kondisi kulit yang kering, sebaiknya hindari memakai cleansing oil yang bisa membuat kulit semakin kering. 

Pilihlah cleansing oil yang mengandung bahan-bahan alami seperti shea oil, minyak argan, atau camellia. Bahan-bahan ini memiliki kemampuan untuk meningkatkan kelembaban di wajah Anda.

Sebaliknya, hindari pemakaian cleansing oil dengan kandungan minyak pohon teh karena berpotensi membuat kulit semakin kering. 

  • Pemilik kulit berminyak

Kondisi kulit yang berminyak berbanding terbalik dengan kulit kering. Saat kulit Anda berminyak, maka cleansing oil terbaik yang perlu digunakan adalah yang berbahan minyak pohon teh.

Kulit yang berminyak mudah memicu tumbuhnya jerawat. Minyak pohon teh memiliki kemampuan untuk menyerap minyak dan cairan berlebih, sehingga jerawat pun dapat terhindari. 

Bagi Anda pemilik kulit berminyak, hindari memakai cleansing oil dengan kandungan alpukat, kelapa, atau minyak zaitun. Ketiga bahan ini bisa menyumbat pori-pori Anda. 

  • Pemilik kulit kombinasi

Selain kulit berminyak dan kering, ada juga orang yang memiliki kulit kombinasi. Biasanya, kulit kombinasi ditandai dengan produksi minyak berlebih di area T zone, yaitu kening, hidung dan dagu, sementara kulit bagian pipi terasa kering. 

Pemilik kulit kombinasi harus berhati-hati dalam memilih cleansing oil terbaik. Anda harus mempertimbangkan kedua kondisi kulit, yaitu berminyak dan kering, sebelum menggunakan cleansing oil.

Cobalah gunakan cleansing oil yang mengandung bahan berupa vitamin E serta ekstrak atau minyak bunga matahari. Kedua bahan ini mampu mengangkat minyak dan kotoran di wajah sambil tetap mempertahankan kelembaban kulit. 

  • Pemilik kulit berjerawat

Kondisi kulit lainnya yang perlu dipertimbangkan adalah kondisi kulit berjerawat. Jika Anda termasuk sebagai pemilik kulit berjerawat, maka usahakan untuk memilih cleansing oil terbaik yang bebas dari bahan iritan.

Bahan iritan adalah zat-zat kimiawi yang bisa memicu produksi jerawat semakin parah. Contohnya seperti minyak mineral, pengharum atau parfum, serta alkohol.

Paparan terhadap bahan-bahan di atas bisa semakin menyumbat pori-pori di kulit wajah Anda. Hal ini akan berujung pada bertambahnya jerawat di wajah dan memicu peradangan. 

Dengan mempertimbangkan kondisi kulit Anda sendiri, Anda bisa memilih cleansing oil dengan cara yang tepat. Apabila Anda tidak tahu jenis kulit Anda, maka cobalah untuk melakukan percobaan sederhana.

Setelah mandi dan mencuci muka, jangan gunakan produk perawatan apapun di kulit wajah selama kurang lebih 30 menit. Kemudian, tempelkan tisu di bagian-bagian wajah Anda. 

Jika tisu menempel di seluruh wajah, maka kulit Anda berminyak. Sementara, jika tidak menempel sama sekali, artinya Anda pemilik kulit kering.Setelah melakukan percobaan tersebut, barulah Anda bisa memilih produk cleansing oil terbaik yang tepat untuk Anda.

5 Kandungan Skincare untuk Mencerahkan Wajah

skincare untuk mencerahkan wajah

Produk perawatan wajah kini semakin beragam dan disesuaikan dengan masing-masing fungsinya. Misalnya untuk mengatasi kulit berjerawat, mencegah penuaan dini, termasuk mencerahkan wajah. Nah, sebelum memilih produk skincare untuk mencerahkan wajah, ada baiknya Anda mengetahui kandungan aktif apa saja yang dapat mencerahkan kulit. Sehingga, Anda bisa mengetahui cara kerja, aturan pakai, serta menyesuaikan dengan jenis kulit Anda. Berikut beberapa kandungan yang sering digunakan dalam skincare untuk mencerahkan wajah, di antaranya yaitu:

Vitamin C

Vitamin C sering digunakan sebagai kandungan dalam skincare untuk mencerahkan wajah karena bisa mengurangi hiperpigmentasi, menghambat pertumbuhan pigmen melanin, dan mengatasi efek paparan sinar matahari yang menyebabkan wajah terlihat kusam. 

Selain itu, Vitamin C juga memiliki kandungan antioksidan tinggi sehingga bisa menangkal radikal bebas serta membantu produksi kolagen untuk membuat kulit menjadi lebih sehat dan terasa kencang. 

Vitamin C memiliki sifat antiinflamasi yang berfungsi meredakan wajah kemerahan akibat peradangan. Vitamin C dapat ditemukan dalam produk skincare seperti serum dan krim. Satu hal yang perlu diingat yaitu jangan menggunakan produk skincare dengan kandungan vitamin C bersamaan dengan retinol, AHA, dan BHA.

Alpha Arbutin

Alpha Arbutin berasal dari ekstraksi daun dan buah bearberry, serta dapat ditemukan secara alami dari cranberry, pir, dan gandum. Kandungan ini dapat melindungi kulit dari paparan sinar UV yang bisa membuat kulit kusam dan menangkal radikal bebas yang menimbulkan tanda penuaan dini. 

Selain itu, Alpha Arbutin dapat membantu memudarkan bintik hitam, noda hitam bekas jerawat, dan meratakan warna kulit wajah. Alpha Arbutin dianggap lebih stabil dan efektif digunakan pada skincare untuk mencerahkan wajah dibandingkan jenis arbutin lainnya. Alpha Arbutin bisa ditemukan dalam produk skincare seperti serum atau astringent toner. Anda bisa menggunakan kandungan ini bersamaan dengan vitamin C atau AHA.

Kojic Acid

Kojic Acid merupakan asam yang memiliki tekstur seperti tepung dengan kristal kecil yang berasal dari jenis jamur tertentu. Bahan ini terkenal di Jepang untuk mencerahkan wajah. Tidak hanya itu, kojic acid juga terdapat dalam bumbu masakan Jepang seperti kecap, miso, dan sake. 

Kandungan ini bekerja dengan cara mencegah pembentukan tirosin, yaitu asam amino yang dibutuhkan dalam produksi pigmen melanin. Produksi melanin yang tinggi bisa membuat wajah terlihat lebih gelap. Sehingga, penggunaan kojic acid dapat membuat kulit menjadi lebih cerah dan juga membantu memudarkan noda hitam. Kojic acid dapat ditemukan dalam skincare untuk mencerahkan wajah berupa sabun, serum, dan krim wajah.

Glycolic Acid

Jika Kojic Acid bekerja dengan cara menekan produksi enzim tirosin yang dapat membuat kulit lebih gelap, maka glycolic acid bekerja pada lapisan atas kulit. Kandungan ini digunakan dalam skincare untuk mencerahkan wajah yang berfungsi untuk mengeksfoliasi sel-sel kulit mati dan mempercepat pertumbuhan sel kulit baru. Sehingga, kulit akan terlihat lebih cerah dan lebih halus.

Glycolic Acid dapat ditemukan dalam produk skincare seperti chemical peeling, acid toner, dan serum. Oleh karena itu, gunakan kandungan ini pada malam hari setelah mencuci muka. Glycolic Acid termasuk dalam golongan AHA, sehingga jangan digunakan bersamaan dengan retinol atau vitamin C karena bisa menyebabkan kulit iritasi.

Retinol

Retinol merupakan bahan aktif turunan dari vitamin A yang juga sering digunakan sebagai kandungan skincare untuk mencerahkan wajah. Retinol berfungsi dalam meningkatkan proses regenerasi sel kulit dan meningkatkan produksi kolagen, sehingga membuat kulit tampak sehat dan ternutrisi. Retinol juga dapat mengecilkan pori-pori, mengatasi jerawat, mengurangi tanda penuaan seperti garis halus dan kerutan, serta mengatasi kulit kusam akibat paparan sinar matahari.